Kloningan

Saturday, December 12, 2015

Sejarah Rahasia Iluminati: WTC 911 Conspiracies (80)

Leave a Comment
Donna Marsh O’Connor
Selain itu, dalam kacamata sistem pertahanan udara AS pun peristiwa WTC menimbulkan kecurigaan, sebab pesawat pembajak sempat terbang keluar jalur dengan amannya di wilayah udara Amerika yang paling ketat selama 80 menit.
Padahal menurut peraturan baku yang berlaku di seluruh wilayah hukum AS, jika ada pesawat komersil melenceng dari jalurnya atau hilang dari radar pengawas, maka Federal Aviation Agency (FAA) harus secepatnya mengontak pihak militer, The North American Aerospace Defense (NORAD), yang wilayah tugasnya memang berada di atas New York.
Selanjutnya, NORAD mengontak pangkalan udara terdekat untuk mengirim jet tempur F-16. Mereka akan mencari pesawat yang hilang dan begitu ditemukan segera memberitahukan pilotnya agar mengikuti jet tempur itu. Bila pilot tidak memenuhi arahan tersebut, jet tempur segera mengontak pangkalan untuk meminta izin melakukan tindakan drastis, dari pendaratan paksa dengan memepetnya, atau tembak jatuh.
Pada Selasa hitam, 11 September 2001, semua ini tidak berjalan. Tidak ada satu pun pesawat jet tempur AS terbang di udara New York untuk menahan pesawat komersial Boeing 757 dan 767 yang berbadan besar. Padahal di dekat New York dan Manhattan ada pangkalan udara Andrew dengan jet-jet tempur yang selalu siaga. Hanya butuh lima menit dari pangkalan Andrew ke New York.
Masih ribuan kejanggalan lagi yang ada seputar peristiwa 9.11. Misal, pada hari kejadian, 4.000 karyawan yang berkantor di Menara WTC, semuanya Yahudi, bolos serentak, dan sebagainya. Banyak rakyat Amerika yang kini sangat kritis pada Bush dan menganggap orang nomor satu Amerika ini sebagai pembohong besar.
Kisah tentang Donna Marsh, salah seorang ibu yang anak perempuannya menjadi korban di reruntuhan WTC mungkin bisa menggambarkan betapa kecewanya rakyat AS pada Bush. Anak perempuannya itu tengah mengandung.
Pada Selasa pagi, 11 September itu, anak perempuannya telah sampai di ruang kantornya. Setelah pesawat pertama menabrak menara, anak perempuan itu menelpon ibunya. “Ia mengatakan kalau dirinya diberitahu agar tidak meninggalkan Menara Selatan WTC karena sudah aman. Padahal, dalam kenyatannya, dia diberitahu untuk tidak bergerak atau akan ditembak,” ujar Marsh bercucuran airmata sembari meminta Bush agar tidak lagi menggunakan nama anaknya sebagai dalih untuk menebar mesin perang dan maut ke seluruh dunia.
Apa pun kejadiannya, Menara WTC telah ambruk rata dengan tanah. Siapa yang memetik keuntungan dari peristiwa ini? Jelas, kelompok Neo-Konservatif Gedung Putih dengan Bush sebagai kepalanya dan juga Zionis-Israel. Kasus WTC dijadikan dalih bagi kelompok haus perang ini untuk menggelar mesin perangnya ke Afghanistan.
Setelah Kabul jatuh, praktis Afghanistan telah dikuasai pasukan AS dan sekutu-sekutunya, walau di sana-sini sampai hari ini masih saja ada perlawanan sporadis dari gerilyawan Afghan. Namun rupanya ambisi besar Amerika tidak hanya sampai Afghan, pada 20 Maret 2003, Amerika mengeroyok Irak dan menggulingkan Presiden Saddam Hussein. Nama operasinya (plesetan) : Operation Iraqi Liberation atau disingkat OIL.
Mencermati sebab-musabab dan banyaknya kejanggalan seputar peristiwa WTC, menyebabkan banyak pihak menduga kuat bahwa Gedung Putih dan Israel sendirilah sebagai dalang di balik semuanya. Menara WTC dan Pentagon, simbol kehebatan perekonomian dan pertahanan Amerika, sengaja dikorbankan guna dijadikan dalih agar Gedung Putih leluasa melancarkan “The New Crusade in Millenium era”, seperti yang pernah terlontar dari mulut Bush.
SIMBOLOGI ANGKA 9.11
Segala   hal dalam keyakinan para Kabbalis selalu dikaitkan dengan simbologi. Numerologi atau ilmu tentang angka merupakan salah satu kegemaran mereka. Seperti halnya dengan peristiwa 11 September 2001, yang entah kebetulan atau tidak, ternyata sarat  dengan simbologi angka. Apakah ini bukti bahwasanya Ordo Kabbalah telah sungguh-sungguh menguasai Amerika? Entahlah.
Kegemaran kepada simbol angka-angka berasal dari keyakinan mereka bahwa kosmos ini seluruhnya bergerak secara matematis. Misalnya, satu hari itu 24 jam, satu pekan 7 hari, satu bulan 30 hari, dan satu tahun 365 hari. Semuanya menunjukkan angka.  Dan angka 666 menunjukkan angka setan.
Mengenai angka 11, ajaran Kabbalah menganggap angka tersebut merupakan salah satu simbol setan, selain 666. Adakah suatu kebetulan jika Anton LaVey, pendiri Gereja Setan, memilih angka 11 ketika dirinya menyusun 11 Pasal Setan di Bumi (The Eleven Satanic Rules of the Earth) dan memilih angka 9 untuk menyusun The Nine Satanic Statements. LaVey telah lama memilih angka 11 dan 9 sebagai angka setan.
Dalam ilmu Astrologi, sebagai basis dari Numerologi, angka 11 biasanya menunjukkan Pemimpin. Anka 11 juga merepresentasikan Dosa, Pelanggaran, dan Resiko. Jika angka 10 melukiskan kesempurnaan, maka angka 11 menyimbolkan sesuatu yang lebih. Jika dipisah ( 1 + 1 = 2) maka akan ditemukan sebuah dualitas yang saling berhadapan dan setara: Lucifer dan Tuhan. Angka 11 adalah angka penuh kesucian. Jika angka 11 dikalikan dengan angka sempurna, 3, maka akan didapat angka 33, sebuah angka yang amat penting bagi dunia Okultisme. Tahun 1933 merupakan tahun lahirnya Manifesto Humanis, sebuah gerakan dari para Kabbalis. Simbol-simbol dalam Astrologi (Zodiak) juga berjumlah 11.
Lihatlah Menara Kembar WTC sebelum runtuh, bukankah bangunan yang menjulang tinggi itu membentuk angka 11? WTC bertempat di New York, sebuah kota yang berada di negara bagian ke-11 yang bergabung dengan Amerika Serikat. WTC memiliki 110 lantai, jika angka ‘0’ dibuang maka kita mendapatkan 11. WTC merupakan pusat dari Trade Center dan dijuluki Skycrappers, masing-masing jumlah hurufnya 11. Jika nama menara itu ditulis secara lengkap maka akan menjadi World Trade Center yang berjumlah 22 huruf, yaitu 11 X 2 = 22. Lalu tanggal terjadi peristiwa tersebut adalah tanggal 11 bulan 9: 1 + 1 + 9 = 11. 11 September sendiri mempunyai 2 angka dan 9 huruf, 2 + 9 = 11. Dan uniknya lagi, Menara WTC ambruk pada jam 10.28 am, 1 (0) + 2 + 8 = 11.
Peristiwa WTC kemudian terbukti menguntungkan pemerintah Amerika Serikat dan juga Zionis-Israel. Pemimpin-pemimpinnya adalah George W. Bush dan Ariel Sharon, masing-masing jumlah huruf namanya: 11. Dan yang menjadi korban pertamanya: Afghanistan, 11 huruf. Apakah ini suatu kebetulan?
PARA DEWA ZIONIS-KRISTEN AMERIKA
Bush dan para pejabat pemerintah yang mengelilinginya dikenal dengan sebutan kelompok Neo-Konservatif. Namun ada juga yang menjuluki mereka sebagai kelompok Zionis-Kristen, yang diambil dari istilah Judeo-Christian, sebuah kelompok ultra fundamentalis Kristen yang tanpa syarat mendukung penuh segala tindak-tanduk Zionis-Israel.
Penulisan Injil Darby dan Scofield merupakan awal dari infiltrasi Zionis-Yahudi ke dalam pemerintahan Amerika. Menyusul kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari (4-7, 9-10 Juli 1967), ayah mertua Billy Graham, Nelson Bell, yang saat itu menjabat sebagai editor majalah Christianity Today, menyuarakan perasaan-perasaan banyak orang Kristen evangelis Amerika yang begitu antusias menyambut kemenangan Israel.
“Untuk pertama kalinya di dalam kurun waktu lebih dari 2000 tahun, Yerusalem kini sepenuhnya berada kembali dalam kekuasaan orang-orang Yahudi; dan fakta ini memberikan suatu kepercayaan yang diperbaharui dan tergairahkan kepada setiap orang yang mempelajari Alkitab bahwa Alkitab itu benar dan sah,” demikian tulis Bell.
Perang Enam Hari itu dilegitimasi dengan penjelasan teologis oleh Zionis Kristen, ketika mereka menyatakan bahwa: Tuhan ingin memberikan kepada umat-Nya bagian dari tanah yang tidak mereka terima pada tahun 1948. Hasil dari Perang Enam Hari adalah bahwa Yudea dan Samaria, dan Kota Lama  Yerusalem, ibu kota kerajaan Daud, dikembalikan kepada bangsa Yahudi yang mengklaim sebagai pemilik semula.(Bersambung/Rizki Ridyasmara)

0 comments:

Post a Comment