Kloningan

Sunday, May 25, 2014

Menyoal "WN Kehormatan" Prabowo Subianto

Leave a Comment
Berric Dondarrion

Sekarang saya mau menulis topik yang ringan-ringan saja yaitu mengenai pemberian gelar Warga Negara Kehormatan Yordania kepada capres Prabowo Soebianto yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di kalangan fanboi Jokowi yang beredar di media sosial. Umumnya mereka mengatakan karena Prabowo sudah menjadi Warga Negara Yordania maka dia tidak bisa lagi maju sebagai calon presiden Indonesia. Sekilas masuk akal, tapi aneh sekali karena pemberian gelar Warga Negara Kehormatan tersebut dibuat tahun 1999 namun tahun 2009 Prabowo malah diloloskan KPU untuk menjadi cawapres Megawati. Lucu yah, masak KPU melakukan kesalahan yang sangat fatal seperti itu?

Tapi sebenarnya KPU tidak salah karena Prabowo memang masih Warga Negara Indonesia kendati menerima gelar Warga Negara Kehormatan dari Yordania. Mengapa demikian? Karena seperti disebut Warga Negara Kehormatan adalah sebuah gelar kehormatan dan bukan merupakan status kewarganegaraan dalam arti sebenarnya. Warga Negara Kehormatan yang dalam bahasa inggrisnya diistilahkan sebagai Honorary Citizenship adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan sebuah negara kepada warga negara lain yang dianggap memberikan sumbangsih besar dalam bidang apapun kepada negara tersebut atau dunia dan dengan gelar ini sang penerima gelar diperbolehkan menetap di negara tersebut dengan mempertahankan kewarganegaraan asal tanpa batas waktu dan tanpa harus memiliki visa seolah seorang warga negara namun tanpa kewajiban warga negara misalnya membayar pajak penghasilan tahunan. Gelar ini hanya berlaku selama si penerima tinggal di negara pemberi dan ketika yang bersangkutan meninggalkan negara tersebut maka dia menggunakan paspor terbitan negara asal. Dengan demikian pemberian gelar Warga Negara Kehormatan tidak sama dengan naturalisasi atau proses mengganti kewarganegaraan.

Tentu saja di Indonesia bukan hanya Prabowo yang mendapat status Warga Negara Kehormatan, BJ Habibie sudah lama menerima gelar Warga Negara Kehormatan Jerman dan untuk itu dia bisa tinggal di Jerman tanpa terbebani visa selama yang dia mau namun tetap berstatus sebagai Warga Negara Indonesia; demikian pula dengan presiden kita sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang pada tanggal 23 Juni 2012 mendapat gelar Warga Kehormatan Kota Quito dari Presiden Ekuador Rafael Correa Delgado di Istana Carondelet, Ekuador, dan secara simbolis SBY juga menerima "kunci" kota Quioto dan pin burung perak yang merupakan simbol Kota Quito. Tentu kita tidak akan mengatakan SBY adalah Warga Negara Ekuador dan dengan demikian berhenti menjadi Presiden Indonesia sejak 26 Februari 2012 bukan?

Secara konsep angkatan bersenjata Indonesia juga memiliki apa yang disebut "Warga Kehormatan Korps" dan dalam hal ini Kasad; Kapolri; Kasau dianggap sebagai "Warga Kehormatan Marinir", jadi konsep "warga kehormatan" adalah sesuatu yang biasa saja sebenarnya, baik di Indonesia maupun di dunia. Beberapa warga negara luar yang menjadi warga kehormatan negara lain misalnya Winston Churchil adalah Warga Negara Kehormatan Amerika Serikat padahal dia Warga Negara Inggris; Angelina Jolie adalah Warga Negara Kehormatan Sarajevo dan Warga Negara Kehormatan Kamboja padahal dia Warga Negara Amerika; Malala Youfsafzai adalah Warga Negara Kehormatan Kanada padahal dia Warga Negara Afganistan bersama dengan Dalai Lama yang Warga Negara RRC dan Nelson Mandela yang Warga Negara Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Mengapa masalah sepele seperti Warga Negara Kehormatan menjadi besar di kalangan fanboi Jokowi? Singkatnya karena mereka kebanyakan adalah katak dalam tempurung yang kurang pengetahuan, padahal logikanya bila memang Prabowo adalah bukan Warga Negara Indonesia maka dapat dipastikan media massa bayaran Jokowi seperti Media Indonesia; MetroTV; Jawa Pos; Tempo; The Jakarta Post dan lain-lain akan mengangkat isu ini. Yah, ini sekedar intermezzo saja, dan setidaknya saya jadi paham mengapa para fanboi Jokowi mudah termakan propaganda dan pencitraan Jokowi, sebab mereka kurang ilmu pengetahuan, kasihan juga sebenarnya.

0 comments:

Post a Comment